Kamis, 10 Januari 2013

MANAJEMEN PROYEK


MANAJEMEN PROYEK



Proyek adalah suatu rangkaian kegiatan konstruksi yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan jelas.
Adapun yang dimaksud organisasi adalah merupakan suatu gabungan beberapa orang atau badan hukum yang mempunyai pembagian kerja dan tanggung jawab yang jelas yang saling bekerjasama satu sama lain dalam upaya untuk dapat mencapai suatu sasaran yang diinginkan.
Organisasi ini akan berjalan baik jika mempunyai manajemen yang tepat dan memenuhi sasaran. Proses manajemen sangat berpengaruh dalam organisasi kerja yang pada hakekatnya berfungsi untuk mengelola dan mengatur tiap-tiap anggota organisasi kerja sehingga dapat memainkan peran secara efektif, yang pada akhirnya menentukan keberhasilan proyek. Hal ini terutama pada proyek berskala besar karena banyak hal yang terkait dalam pelaksanaan proyek. Sasaran proyek dimaksudkan untuk menghasilkan suatu bangunan yang dapat dipertanggungjawabkan seperti yang diharapkan pemilik proyek.
Sedangkan pengertian manajemen proyek sendiri yaitu merupakan tata cara atau sistem kerja dari suatu pekerjaan konstruksi dalam mengelola suatu proyek.
Dalam manajemen proyek terdapat mekanisme yang saling mendukung dalam pencapaian sasaran yang telah digariskan yaitu:
a.              Perencanaan ( Planning )
          Penentuan strategi, kebijaksanaan proyek, program, prosedur, metode dan standar yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
b.             Organisasi ( Organizing )
          Yaitu berupa tindakan mempersatukan individu-individu atau sekelompok orang yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama, dimana terdapat pengelompokan bidang kerja beserta personilnya dan masing-masing kelompok saling terkait satu sama lain dalam hubungan kerja yang telah digariskan.
c.              Pelaksanaan ( Actuating )
Yaitu berupa tindakan penyelarasan seluruh anggota organisasi, agar dapat bekerjasama dalam pencapaian tujuan bersama. Sehingga terciptanya keseimbangan tugas, hak, dan kewajiban setiap unsur organisasi, agar tercapai suatu kerjasama yang efektif dan efisien sesuai dengan perencanaan. 
d.             Pengendalian ( Controlling )
         Penempatan standart pelaksanaan, penentuan ukuran pada pelaksanaan untuk dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai kontrol dan pembanding antara perencanaan dengan realita di lapangan.
                      Dengan adanya organisasi proyek dan manajemen proyek terlihat dengan jelas batas tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing pihak yang terlibat. agar dapat merencanakan dan mengendalikan waktu perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sehingga dapat menuju sasaran yang tepat. Dan dapat menghindari adanya overlapping (rangkap) agar tidak terjadi kesalahpahaman. Adapun tujuan akhir manajemen proyek  antara lain:
a)      Tepat waktu, sesuai network planning dan kurva ’S’ yang ada.
b)      Tepat kualitas, sesuai standart mutu yang diinginkan dan direncanakan.
c)      Tepat biaya, sesuai yang direncanakan di dalam Rencana Anggaran  Biaya.
d)     Tepat kuantitas (dimensi proyek).
         Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen proyek adalah suatu proyek terpadu untuk memelihara, mengembangkan, mengatur dan menjalankan program-program agar dapat mencapai target mutu, biaya dan waktu yang efisiensi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RANCANGAN SISTEM INFORMASI BISNIS APARTEMEN TAHAP 2

1.       Data Capturing / Pengumpulan Data Fungsi Pemasaran a.        Data Calon Customer/ Prospek Berisi daftar Calon Customer/...